ESTIMASI ANGKA MIGRASI RURAL-URBAN DI PROPINSI JAWA BARAT PERIODE 1995-2000

Posted in ILMU STATISTIKA on Maret 12, 2009 by winkonadi

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>

piOleh : Win Konadi   (2004)

Dosen Unimus Matang, UISU Medan & STIE Kebangsaan Bireuen

ABSTRACT

Kecenderungan perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain, seperti urbanisasi menurut beberapa teori (Lee, Todaro) ada kaitannya dengan pertumbuhan pembangunan bidang ekonomi.  Mereka secara jelas mengungkapkan bahwa faktor ekonomi memang memberi kontribusi besar dalam mempengaruhi orang untuk bermigrasi. Dan kecenderungan dari waktu ke waktu terus meningkat seiring dengan peningkatan pembangunan ekonomi.

Berkaitan dengan itulah maksud dan tujuan penelitian ini ingin lebih menjelaskan peningkatan proporsi penduduk perdesaan dan perkotaan antar dua periode (sensus) dan estimasi angka migrasi keluar dari perdesaan diperhitungkan dari laju perubahan perbandingan penduduk perkotaan dan perdesaan.

Hasil pembahasan berdasarkan data observasi yang bersumber dari Statistik Indonesia, Sensus Penduduk dan SUPAS menggunakan konsep dari Stupp (1988) maka angka migrasi keluar dari perdesaan antar dapat diestimasi antar dua periode (Sensus) pengamatan.

Kata Kunci :  Migrasi, Stupp, Sensus

Baca lebih lanjut

Iklan

Demokrasi Politik, Demokrasi Ekonomi dan Sistem Ekonomi Kerakyatan

Posted in Artikel Pribadi on Maret 12, 2009 by winkonadi
Pakar Ekonomi Kerakyatan (H. Adi Sasono) berbincang dengan Ahli Pertambangan (Dr. H. Said Aziz, MSc)

Pakar Ekonomi Kerakyatan (H. Adi Sasono) berbincang dengan Ahli Pertambangan (Dr. H. Said Aziz, MSc)

Oleh    :   Tarmizi Abbas  & Win Konadi Manan

Abstrak

Demokrasi politik merupakan syarat bagi berjalannya  demokrasi ekonomi. Pelaksanan demokrasi ekonomi akan terwujud bila terdapat kesejajaaran antara sistem politik dan sistem ekonomi.  Dalam sejarah perekonomian nasional, semangat demokrasi ekonomi sering dilanggar oleh menjurusnya sistem ekonomi nasional baik ke arah ekonomi kapitalistik atau ke sistem ekonomi terpusat. Sistem  Ekonomi Kerakyatan yang bercirikan penegakan keadilan demokrasi ekonomi dan pemihakan terhadap yang lemah merupakan landasan dan sekaligus sebagai sarana bagi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang merupakan pilar utama demokrasi ekonomi.

Kata Kunci: demokrasi politik, demokrasi ekonomi, sistem ekonomi kapitalis, sistem   ekonomi terpusat dan sistem ekonomi kerkayatan

Dr. Tarmizi Abbas, Ir, MS., adalah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, NAD.

Win Konadi Manan. Drs., M.Si., adalah Magister Demografi UI. Dosen UNIMUS MATANG, UISU Medan, STIE Kebangsaan Bireuen, NAD

Baca lebih lanjut

SINGKIL BERPOTENSI LADANG LOGAM

Posted in Uncategorized on Maret 11, 2009 by winkonadi

Dr. Said Aziz, MSc  (Caleg DPD NAD RI : 2009-2012)

Dr. Said Aziz, MSc (Caleg DPD NAD RI : 2009-2012)

Dr. Said Aziz, M.Sc

S a r i : Kabupaten Singkil, di Propinsi NAD, terletak pada morfologi perbukitan sedang sampai terjal dan pedataran. Dari aspek geo- logis, daerah ini ditempati oleh batuan Kuarter sampai pra Tersier. Pada umumnya batuan yg tersingkap beru pa batuan sedimen, gunung api dan malihan yang sebagian telah terminerali-sasikan. Ini terbukti dari hasil analisis laboratorium Pusat Survey Geologi Bandung, bahwa ada kecenderungan bebatuan di Kab. Singkil terdapat kandungan unsur besi (Fe) cukup tinggi berkisar antara 25 % sampai 61 %, sedangkan kandungan logam lainnya seperti tembaga (Cu), timbal (Pb), seng (Zn), mangan (Mn), titan (Ti) dan emas (Au) dalam kadar yang rendah. Batuan yang mengandung unsur besi tersebar cukup luas terutama dalam Formasi Sibolga sebagai endapan sedimenter. Batuan yang mengandung unsur logam lainnya dengan kadar cukup baik seperti Pb, Zn, dan Mn terdapat di daerah hulu Sungai Sarkea dan Sungai Penungtungan. Daerah ini mempunyai kandungan besi yang dianggap berpotensi.

Baca lebih lanjut

Permasalahan ACEH Bidang POLITIK & EKONOMI

Posted in Artikel Pribadi on Maret 2, 2009 by winkonadi

ga2 Era Perdamaian & Pembangunan

Disadari bahwa MoU Helsinki, gerbang bagi masyarakat Aceh untuk keluar dari situasi teror dan kekerasan yang telah berlangsung selama 3 dekade. MoU Helsinki merupakan modal politik masyara-kat Aceh untuk mengelola kekayaan alam, budaya, dan sumber daya manusia sehing-ga terbebas dari perangkat kemiskinan dan ketidakadilan. MoU Helsinki menjadi dasar bagi terbentuknya kohesi dan formasi social yang lebih integratif serta menjadi dasar penyusunan sistem pemerintahan Aceh yg demokratis &sistem pengelolaan anggaran yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Sebagai hasil MoU Helsinki, Aceh kini masuk dalam era perdamaian. Era Perdamaian tersebut ditandai oleh demiliterisasi, perombakan konfigurasi elit pemerintahan dan politik di Aceh, kehadiran Undang-Undang No. 11 tahun 2007 tentang Pemerintahan Aceh sebagai dasar konstitusional dalam perwujudan perdamaian, keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Aceh. Baca lebih lanjut

RINGKASAN HASIL SEMINAR GALERY ADAT ACEH

Posted in Uncategorized on Februari 18, 2009 by winkonadi
Prof. AD Pirous

Prof. AD Pirous

Prof. (Emr) AD. Pirous  :

“Pusaka & Khasanah serta Pelestariannya”

Kebudayaan suatu bangsa dapat dilihat dari berbagai peninggalan (pusaka) yang diwariskan oleh genarasi sebelumnya.
Kebudayaan Aceh dapat dilihat dari peninggalan (Pusaka) yang diwariskan oleh orang Aceh terdahulu kepada generasi sekarang, dapat berupa benda pusaka, situs, dan tradisi-tradisi dalam kehidupan masyarakatnya, Seperti upacara-upacara adat, perkawinan, kelahiran anak, kematian, kenduri, dan lain-lain.
Pusaka-usaka Aceh, seperti ; rencong, pakaian adat aceh, peralatan perkawinan, adat peusijuk, gelang, tempat sirih, semua mempunyai nilai-nilai tersendiri dalam kehidupan orang Aceh
Untuk mempertahankan identitas orang Aceh, tentu kita harus melestarikan pusaka dan khasanah adat tersebut, sehingga orang Aceh sebagai suku bangsa di Indonesia ini Tap mempunyai karakter dan ciri khas tersendiri.

Baca lebih lanjut

MEMBANGUN BANGSA YANG BERMARTABAT

Posted in Uncategorized on Februari 18, 2009 by winkonadi

T.M.Aryadi bersama Pakar Geologi/Pertambangan Dr. Said Aziz dan Ahli Kebumian ITB ; Dr. T.Abd Sanny

T.M.Aryadi bersama Pakar Pertambangan : Dr. Said Aziz dan Ahli Kebumian ITB ; Dr. T.Abd Sanny

Oleh : Teuku M. Aryadi

Pada artikel ini,  saya mencoba menggambar kan secara garis besar peta masalah bangsa, tantangan globalisasi, dan bagaimana memba- ngun bangsa yang bermartabat. Membahas topik  mem- bangun bangsa yang bermartabat tentu sangat luas, dapat ditinjau dari berbagai aspek baik filosofis, historis hukum, politik, sosial budaya, dan sebagaimya.
Pada kesempatan ini, saya ingin menyoroti dari aspek filosopinya, yaitu kemana bangsa ini akan dibawa atau bangsa seperti apa yang dicita-citakan (dibentuk?).  Pertanyaan tersebut di atas sebenarnya telah dijawab oleh Undang-Undang Dasar 1945, pada pembukaan dinyatakan Negara berkewajiban melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Untuk mencapai tujuan negara, sebagaimana yang dimaksud di atas (Setia,AP, 2006), menyatakan bahwa segala penyelenggaraaan negara harus didasarkan pada ideologi: negara PANCASILA, dengan demikian apapun yang dilakukan oleh bangsa musti berprikemanusiaan (humanisme), berkebangsaan (nasionalisme), berkerakyatan (demokratik), berkeadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang religius (berkesolehan sosia). Dengan demikian jelaslah bahwa nilai-nilai tersebut seharusnya menjadi indikator martabat (derajat) bangsa Indonesia.
Baca lebih lanjut

:: 4-JALUR PENINGKATAN SDM PEKERJA

Posted in Uncategorized on Februari 7, 2009 by winkonadi

surya palohDunia kerja berubah dengan sangat cepat seiring dengan perubahan yang terjadi pada segmen pasar komoditas dan jasa, akibat lingkungan yang berintegrasi, dan zaman keterbukaan (transparansi). Dampak globalisasi merambah pada aktivitas di segala sektor kehidupan, khususnya aktivitas ekonomi dan usaha, yang tidak lagi memerlukan pembatasan-pembatasan. Dunia akan merupakan suatu “global work place” kata M. Djuhari Wirakartakusumah, mantan ketua program pasca sarjana bidang kajian kependudukan dan ketenaga-kerjaan, Universitas Indonesia. Artinya, persaingan dan perge-seran dunia kerja bersifat integrasi vertikal, team work, information technology and down sizing, flexible working arragement, new technology and skill change, dan jobless growth phenomenon, yang akan terjadi selama proses globali-sasi, dalam skala luas (internasional) yang kemudian mengha-silkan produk dunia. Oleh karena itu, keunggulan kompetitif dan kompartif, daya saing yang kuat dan istiqomah, menjadi kata kunci, suksesnya seseorang dan seterusnya mampu menjaga eksistensinya di tengah-tengah kehidupan global.

Baca lebih lanjut