:: 4-JALUR PENINGKATAN SDM PEKERJA

surya palohDunia kerja berubah dengan sangat cepat seiring dengan perubahan yang terjadi pada segmen pasar komoditas dan jasa, akibat lingkungan yang berintegrasi, dan zaman keterbukaan (transparansi). Dampak globalisasi merambah pada aktivitas di segala sektor kehidupan, khususnya aktivitas ekonomi dan usaha, yang tidak lagi memerlukan pembatasan-pembatasan. Dunia akan merupakan suatu “global work place” kata M. Djuhari Wirakartakusumah, mantan ketua program pasca sarjana bidang kajian kependudukan dan ketenaga-kerjaan, Universitas Indonesia. Artinya, persaingan dan perge-seran dunia kerja bersifat integrasi vertikal, team work, information technology and down sizing, flexible working arragement, new technology and skill change, dan jobless growth phenomenon, yang akan terjadi selama proses globali-sasi, dalam skala luas (internasional) yang kemudian mengha-silkan produk dunia. Oleh karena itu, keunggulan kompetitif dan kompartif, daya saing yang kuat dan istiqomah, menjadi kata kunci, suksesnya seseorang dan seterusnya mampu menjaga eksistensinya di tengah-tengah kehidupan global.

Suatu penelitian ahli manajemen, menyebutkan juga bahwa dunia kerja sangat mungkin dipengaruhi oleh adanya perubahan lingkungan sosial yang terjadi di dunia kerja itu sendiri. Kecenderungan pasar tenaga kerja yang mengarah pada pasar global telah menyebabkan terjadinya perubahan yang cukup mendasar dari dunia kerja di berbagai tempat di belahan dunia ini, baik lingkup yang kecil, apalagi yang berskala besar. Tanda-tanda yang mengarah kesana menurut penelitian tersebut, telah terjadi pergeseran (transisi) struktur kesempatan kerja dan warna dunia kerja. Kesempatan dan warna yang dimaksud menuntut adanya pengetahuan plus (plus-knowledge), teknologi tepat guna dan tepat kerja, serta information minded. Pendek cerita, kita sepakat bahwa tenaga kerja atau tepatnya pekerja, yang memiliki produktivitas dalam kapasitas mampu, tangkas, cepat, tepat dan akurat yang akan memiliki daya saing dan pada gilirannya mampu mempertahankan sistem kerja yang dijalankannya.

Dalam manajemen, ilustrasinya dapat dnyatakan bahwa, tenaga kerja sebagai human asset, disamping kapital, teknologi dan manajerial, dalam proses kerja dan proses produksi memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan keunggulan daya saing produksi dan jasa yang dihasilkannya, sekaligus daya saing pekerja di pasar kerja.

4-Jalur Peningkatan SDM

Persoalan sekarang, bagaimana agar sumber daya manu-sia atau pekerja, mampu dan mengerti dalam menjalankan peranannya pada situasi pasar kerja apapun juga. Hal itu dapat dijawab, dengan adanya dukungan kualitas pendidikan dan keterampilan yang dimiliki yang mengarah dan menjawab tantangan perubahan dunia kerja dan pasar kerja. Bukan itu saja, Djuhari lebih tegas menyebutkan bahwa kualitas dan keterampilan yang sifatnya umum, harus ditransformasikan pada kemampuan untuk mengubah sikap dan keterampilan secara cepat, sesuai dengan kebutuhan persyaratan teknologi produksi. Karena, partisipasi individu pekerja dalam proses kerja dalam suatu system, tidak lagi pada tahap superiorisme individu bersangkutan, tetapi semestinya mengarah pada kerjasama kelompok atau berjamaah (team-work), sebagai kesatuan yang terikat, tangguh-kompak, dalam suatu proses kerja dan proses produksi untuk mencapai tujuan dan misi yang digariskan. Perumpamaan ini digambarkan dalam Agama (Al-Kitab) sebagai barisan yang teratur, tertib dan istiqomah.

Ilustrasi diatas, memberikan gambaran pasti, bahwa suatu lingkungan kerja dewasa ini diperlukan penggerak kerja yang berasimilasi pada perubahan dunia kerja. Dan hal dapat dipenuhi dengan selalu melakukan pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada multi-skill, flexible dan retrainable serta menuju pada pengembangan kemampuan full initiatif, intrepreneurship dan life long education.

Para ahli ketenagakerjaan lalu bersepakat, mau tidak mau, suka tidak suka, saat ini dan seterusnya harus memperhatikan 4 jalur utama pengembangan dan peme-nuhan tenaga kerja, yang dibutuhkan dunia kerja global, yakni jalur pendidikan, jalur pelatihan, jalur pengembangan karir di tempat kerja, dan jalur perbaikan gizi pekerja.

Pendidikan, merupakan jalur kunci (key ways) untuk membangun pondasi kualitas pekerja, lebih berorientasi pada pembentukan kemampuan intelektual dan sikap, serta tidak di desain untuk menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai, namun siap ber-“kompromi” dan siap dilatih.

Sementara itu, pelatihan ditujukan untuk menjadikan tenaga kerja sebagai tenaga ahli, siap kerja, terampil dan berkompetensi. Output pelatihan, umumnya bercirikan pada spesifikasi tertentu, sesuai dengan kebutuhan dan penem-patan yang ada. Dan jalur pengembangan karir di tempat kerja, bertujuan untuk mengembangkan motivasi, ethos kerja, dan memantapkan profesionalisme yang mengerti, apa yang dikerjakan, apa tujuan dan misi, serta sistem yang dijalankannya.

Ketersediaan SDM

Daya saing komparatif dan kompetitif, menjadi “PR” semua lembaga, instansi, perusahaan dan organisasi. Banyak pegawai, saat ini, masih mempertanyakan dan malah mempertahuhkan, kemampuan menjaga eksistensi dan warna perubahan dunia kerja.

Mengapa demikian? Data-data yang ada mengenai ketena-gakerjaan di perusahaan/instansi/lembaga Jawa Barat, misal-nya, agak pesimis memang dapat disepakati “kata siap bersaing” untuk waktu kedepan nanti, khususnya menghadapi era informasi dan pasar global yang kini bergulir.

Memperhatikan dari jalur pertama yaitu pendidikan pekerja, khususnya tenaga administrasi sebagai motor pelayanan jasa dan proses kerja dari sitem kerja, masih dikategorikan minim. dan program kearah itupun belum dimulai. Tingkat pendidikan tenaga kerja dengan level rendah (maksimum SLTA), masih cukup besar. Ini artinya, secara kuantitatif, tingkat pendidikan pekerja masih dikategorikan „rendah“, dalam pengembangan ketenaga kerjaan.

Untungnya, kelemahan dari jalur pendidikan pekerja dapat diakomodir dari jalur kedua dan ketiga, yakni pemberian pelatihan pekerja dan pengembangan karir pekerja, melalui jalur pelatihan dan pengembangan karir, yang diramu dalam program pembinaan dan pengembangan pegawai dengani rancangan proses bertahap

Proses ini dimulai dari assessment psikologi bagi pegawai administrasi untuk mendapatkan gambaran aspek-aspek psikologis pegawai. Gambaran ini, dapat dijadikan tolak ukur untuk melaksa-nakan program pengembangan karir berjenjang, sesuai dengan jabatan karir yang tersedia. Program ini, kemudian dilanjutkan dalam program pengembangan kepribadian semua pegawai administrasi dalam rangka meningkatkan kinerja yang optimal.

Kita sepakat, bahwa begitu eratnya hubungan dunia kerja dengan pelatihan, sehingga tidak seorangpun dapat mengatakan batas yang jelas antara kerja dan pelatihan, karena hakekatnya, sifat kerja itu sendiri terus menerus berevolusi, dan pelatihan merupakan faktor penting yang memberikan sumbangan dalam proses evolusi tersebut. Bukankah kita diajarkan, “belajar, bekerja dan berkarya bagi orang beragama, kerja adalah ibadah. Do our best adalah doktrin yang terkandung dalam falsafah “kaaffah” atau professional. Di dalamnya terkandung pula paradigma “fastabiqul khairaat” yang popular dengan sebutan Just in Time (JIT). Dan ini menjadi kekuatan, yang menghadang ketidak-khusyu’-an, ketidak-focus-an, ketidak-konsistenan, ketidak-tajaman, dan banyak lagi ketidak lainnya.

Penutup

Mudah-mudahan, ketika tenaga kerja mulai sadar akan kekurangannya, ketika pimpinan/manager sadar bahwa pekerja itu asset, ketika proses pengembangan akan diluncur-kan kembali, ketika niat sudah di hati, ketika kita merasa penting untuk berkembang, dan ketika pengembangan itu penting. Mari kita siapkan mental untuk berkembang dan bekerja. Karena iman, emosi, nafsu, kerja keras dan do’alah yang tidak boleh luntur dalam diri kita.**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: